♛
â— ♚
â— ♛
â— ♚
Sunday, 12 May 2013
Seperti Kabut @ 21:24
aku akan menyayangimu
seperti kabut
yang raib di cahaya matahari
aku akan menjelma awan
hati-hati mendaki bukit
agar bisa menghujanimu
pada suatu hari baik nanti.
— Sapardi Djoko Damono
Friday, 12 April 2013
Nothing particular, just a mere admiration @ 04:14
Why did I put that status in this post? Honestly, I don't understand it myself either. Tapi paling gara-gara aku lagi suka aja sama kata-kataku sendiri yang itu. Nggak penting banget emang.
By the way, lately I've been making promises to myself. About this and that. Komitmen kepada diri sendiri buat gini-gitu, dan salah satunya yang berkaitan sama postingan kali ini adalah tentang komitmenku kepada diri sendiri untuk nggak terjalin
in-relationship sama siapapun sampai lulus....and maybe until later, di suatu saat dimana aku udah bisa benar-benar siap menjalin hubungan sama seseorang. Everything happens for a reasons, dan yang ini juga aku rasanya ga enak juga kalau misalkan dibeberin di blog. And I didn't usually write these kind of things in blog since I usualy wrote things that berkaitan sama perasaanku di journal warna ungu (bonusnya Gogirl! edisi New Year, fyi).
Tapi berhubung aku juga lagi males nulis ya aku ngetik aja.
Oh, by the way, this whole... "Nothing particular, just a mere admiration," was--apa ya--undefined, really. Aku sendiri masih belum bisa paham sepenuhnya. Too complicated, ya, masalah hati itu. Jadi gini ceritanya, aku lagi...kagum sama seseorang. Catat ya, cuma kagum. Mesmerized by his skill, ability in this and that, personality (kind of), achievement, and so on. Nggak penting buat bahas about "who" this person is. Bahkan kalau kalian tanya ke aku in-personal tentang siapa orang ini juga aku paling ga bakalan jawab.
Liking someone, Admiring someone. Tomato, Tomahto? Wrong!
Ini mungkin bisa jadi karena aku aja yang nyangkal habis-habisan this whatsoever feeling, tapi secara obyektif....I think that it was just a mere admiration. Nih, aku kutip dari KBBI dulu sebelum ada yang mau engkel-engkelan sama saya.
su·ka
1 a berkeadaan senang (girang): sahabat dl -- dan duka; 2 a girang hati; senang hati: sekalian bantuan dan sokongan disambut dng -- hati; 3 v mau; sudi; rela: ia tidak -- membayar sekian; datanglah kalau Tuan --; kalau sudah -- sama -- , biarlah kawin saja; 4 v senang; gemar: neneknya -- benar makan sirih; memang banyak orang -- menonton bioskop; ada yg -- daging dan ada juga yg -- ikan laut; 5 v menaruh simpati; setuju: orang itu akan saya suruh bekerja di sini, itu pun kalau Tuan --; tiada seorang pun -- kepadanya; 6 v menaruh kasih; kasih sayang; cinta: rasanya jarang ibu yg tidak -- kpd anaknya; 7 a cak mudah sekali ...; kerap kali ...: memang dia -- lupa; pensil semacam ini -- patah;
ka·gum
a heran (dng rasa memuji); takjub; tercengang: dia -- menyaksikan ketangkasan pemain silat itu;
_________________________________________________________________________
No special feeling, just a mere admiration.
_________________________________________________________________________
Ya, gitu deh. Ini postingan yang nggak jelas banget, sungguh.
And, yes, I still admire him. Reasons? Banyak.
Monday, 8 April 2013
“Cause when everything’s made to be broken, I just want you to know who I am.” @ 08:17
Goo Goo Dolls - Iris
This is one hella long title, I know. Jadi gini ceritanya, lately I've been listening to some pop-rock oldies song and found this: Goo Goo Dolls - Iris. Semacam keranjingan gitu mendadak, padahal aslinya juga gak pernah dengerin lagunya Goo Goo Dolls sebelumnya. Tapi, ya, gitu. Gue apalnya bagian reffnya doang sih. It sounds like this:
Well, I don't want the world to see me
Cause I don't think that they'd understand
When everything's made to be broken
I just want you to know who I am~
Liriknya ngena banget, men. At least for me, ya. Dan ini bukan berarti lirik sisanya nggak asik. You should check it out by yourself kalau mau. Kalo nggak salah ini OSTnya
City of Angels, tapi ya berhubung gue juga ga ngerti apa itu City of Angels (dan emang lagi males gugel), let's not talk about it. "I just want you to know who I am,"-nya ini apalagi. Seneeeng banget gitu rasanya. Walaupun aku emang nggak punya
significant other, ini lagu aku nilai so sweet banget. Dalam cara yang nggak menye-menye atau mendayu-dayu. Mellow isn't really my type after all :p
Dan bagi yang buka blog gue terus mendadak kesetel lagunya, well, forgive me, ya. Emang disengaja kok, hehe. A really good song indeed, yang kayaknya bakalan jadi salah satu
lagu yang bakalan awet di
playlist a la NHO selama ini haha. And damn, I'm supposed to be fixing some layout and not posting on blogs. Oh well~
Thursday, 6 December 2012
[ r e c a l l i n g t h e p a s t ] @ 23:43
Teka-teki yang kesukarannya melebihi sudoku berpetak 100x100, itulah dirinya, bagaikan sebuah misteri yang tak bisa engkau pecahkan.
Suatu saat, ia ada untukmu. Bertindak seolah-olah ia keracunan ramuan cinta atau diguna-guna saking cintanya kepadamu. Tetapi intensnya rasa kasih sayang itu sangat jarang kau rasakan. Ia lebih sering menghilang. Sering kau anggap bahwa ia ditelan oleh bumi atau diculik oleh mafia. Dan kau selalu acuh. Sayangnya, hatimu berkata lain. Hatimu selalu merengek akan kehadirannya. Ia tak akan pernah diam hingga dia akhirnya datang kembali.
Faktanya, ia adalah orang pertama yang bisa melengkapi kepingan puzzle di tempat suci bernama hati. Orang pertama yang bisa membuatmu tergila-gila. Your first love. Mereka bilang, yang pertamalah yang paling susah dilupakan. Dan kau tidak tanya kenapa, karena engkau—yang biasanya lebih memilih untuk menjadi hipster, sang anti-mainstream, yang selalu punya alasan sendiri yang lebih logis—percaya akan kata-kata itu.
Namun kau berontak. Kau berinisiatif untuk melupakan eksistensinya. Ia, yang kau sanjung-sanjung sebagai sang Inspirasi, sang tumpuan, apalah. Ia, yang sudah terlalu sering membuat hatimu ngilu karena keacuhannya dan keheningannya. Diamnya lah yang membuatmu kesakitan. Engkau tidak mengerti, bagaimana bisa ada seseorang yang begitu pelit mengeluarkan kata-kata?
Dirimu muak. Sudah cukup dirugikan untuk sekian lamanya, menjadi pihak yang selalu kalah dalam permainan win-lose solution yang selalu kau mainkan dengannya selama hubungan kalian berdua masih terikat. Kau akhirnya pergi. Hubungan yang sudah dibangun berdua runtuh begitu saja, tak ada seorangpun dari kalian yang cukup waras untuk memperbaiki fondasinya.
Tidak ada yang mengerti kenapa kamu bisa jatuh hati kepadanya. Tidak dirinya, tidak juga dirimu.
Kalian berdua itu seperti dua bongkah es. Sama-sama keras dan dingin. Jika saling didekatkan, temperatur di sekeliling kalian akan menurun. Begitulah gambaran hubungan kalian: dingin, keras, jarang mendapatkan penghangatan. Keduanya tidak akan bisa menjadi satu, kecuali salah satu diantara kalian bisa lebih cair. Mungkin saja kalian akan melebur, bersatu menjadi air dalam suatu wadah.
Satu momen, kau akhirnya memutuskan untuk benar-benar melupakannya. Move on. Kamu yang selalu memperkirakan segala hal dengan rasional, nekat memberikan hatimu kepada orang lain. Seseorang yang kau anggap lebih baik dibandingkan dirinya, yang tulus mencintaimu. Yang mau mencurahkan seluruh perhatiannya kepada dirimu. Tapi hatimu itu masih menyimpan segala kenangan tentangmu dan dirinya. Gila, memang.
Hanya dicintai saja ternyata bukanlah yang kau inginkan.
Perlahan, kau pun jenuh. Setelah puas enam bulan memainkan antagonis, kau pun keluar. Dengan resmi memutuskan benang ikatan dengan siapa saja. Faktanya, kau tidak sedingin itu. Sifatmu yang menyebalkan dan penuh dengan keangkuhan itulah yang membuatmu muak akan dirimu sendiri.
Hingga akhirnya, kau memilih untuk diam, mengisolasi diri.
Lebih baik menjadi air yang tenang daripada menjadi ombak.
Sunday, 25 November 2012
BECK - slip out (little more than before) @ 20:47
Lyrics: Takuma
Music: Takuma
Vocal: Kazuya Hirabayashi
I don't know since when I changed to such a cold-hearted guy
I have to warm this frozen, icy, lonely heart to thaw
I like being wrapped with warmness more than anything else for sure
I'm gonna make my coming days to be filled with laughter and joy
I let myself down that I'm more cruel than I thought I would be
I'm just a loser who ends up by caring for my soul
I don't give my heart to no one cause I don't wanna waste my time
I tried to love this loneliness to slip out of this lonesome hole
Sorrow is what I hate but it's grown my sensations
Regrets taught me how to make any hard decisions
Peace is always by my side but I've never felt it once
Love is not the word only for the sweet romance
Well, I'm scared, scared, scared, scared to death
And I'm scared to keep on going on my way
Well, I'm scared, scared, scared, scared to death
And I'll tell myself I'm special till the end
Recalling my torn, broken, aching heart of these long days
And all the memories I wanted to forget for making leaps
Recalling, breaking, aching, crying, making sure to me
And I take all and grin at my future on the way
Friday, 24 August 2012
let me voice my thought @ 09:38
Frasa "Some truth are better left unknown." is just
so-last-year. I mean, how hurt it is, it's better to tell them to truth rather than spill it later. Because, dude, it hurts more if the truth is spilled out later on.
I think that's all for my post now. Toodles.
P.S. I'm single now (and very happy, thank you very much =D). Well, not really. Kim Jong Dae had claimed my heart all the way.
Thursday, 26 July 2012
daily words of...mellow @ 08:02
HAVING NEVER EVEN FANCIED HERSELF IN LOVE BEFORE, HER REGARD HAD ALL THE WARMTH OF FIRST ATTACHMENT, AND FROM HER AGE AND DISPOSITION, GREATER STEADINESS THAN FIRST ATTACHMENTS OFTEN BOAST; AND SO FERVENTLY DID SHE VALUE HIS REMEMBRANCE, AND PREFER HIM TO EVERY OTHER MAN…
~ Jane Austen, Pride & Prejudice